ABCD"E"FGHIJK.... |
ME AND FICTION, ME AND IMAGINARY ME, ME AND DREAM, ME, ME, ANOTHER ME, ME AGAIN, COMPLICATION, CYCLUS, THOUGHT, ME AGAIN, ME, IT'S ME, I AM ME |
William Shakespeare (via yoanacrystal)
if you’re gay, that’s cool
if you’re a lesbian, that’s cool
if you’re bisexual, that’s cool
if you’re straight, that’s cool
if you hate on somebody for their sexuality, fuck you
(Source: foodismyonlyfriend, via lolakaban)
(Source: jimmybeatz)
Michael Jordan Pizzza Party
edit: 11,000 posts
Maaf. Mungkin hanya kata itu yang berarti dalam hidup seorang saya. Entah untuk siapa harus ditujukan surat ini. Terlalu banyak orang-orang yang terlintas di kepala. Hanya kata maaf yang dapat terucap dengan semua perasaan yang tak terucap. Semua orang lalu-lalang, semua orang datang dan pergi tetapi siapa yang bertahan?
Surat permintaan maaf ini sepertinya untuk semua orang yang akhirnya bertahan di dalam sebuah rumah kecil seorang saya. Maaf yang terkadang membuat saya marah, maaf yang terkadang membuat saya menangis, maaf yang terkadang membuat saya kesal, maaf yang terkadang membuat hari saya berantakan, maaf yang terkadang hanya sebuah ucapan. Sebuah kehidupan atau beberapa kehidupan.
Maaf dan saya maafkan,
Otak manusia tuh random karena cukup banyak ataupun cukup sedikit tapi di otak manusia ga mungkin cuman ada 1 pikiran doang tapi ada beberapa jadi suka-suka dah tuh tiba-tiba kepikiran yang mana. Nah, kayak gini, gue lagi ngetik ini tapi yang di pikiran gue tentang makan siang. Eh, tapi sekarang udah ngga lagi. Yaaa… Suka-suka aja mau mikir yang mana.
Sekarang yang lagi di otak gue ada soal kelabilan. Gue sering dikritik dengan kelabilan gue padahal semua orang emang labil tapi emang ga diomongin aja dan perasaan orang emang naik turun tapi setidaknya ada beberapa hal yang konsisten dalam diri gue yang mau diapainpun ga akan bisa bimbang guenya. Toh, ujung2nya dari kelabilan itu yang akhirnya gue pikirkan matang2 hasilnya akan menjadi sebuah konsistensi.
Gue ngga marah tapi gue hanya bingung aja. Orang yang menunjuk padahal sebenarnya dia yang paling labil. Mungkin tujuanpun ga punya karena terlalu sibuk menunjuk dan menganalisis.
Hal yang gue pelajari dari langkah-langkah menaiki tangga itu adalah jangan pernah ngerasa diri lo mature enough dalam menanggapi semuanya, jangan pernah ngerasa diri lo pintar, jangan pernah ngerasa diri lo cukup stabil, jangan pernah ngerasa diri lo cukup bijak, jangan pernah ngerasa diri lo cukup kuat, jangan pernah ngerasa diri lo cukup senang, jangan pernah ngerasa diri lo cukup hebatlah. Justru semuanya yang bakal bikin lo jatoh lebih bawah lagi.
Mungkin hal terbaik yang bisa lo lakukan adalah bertahan. Jangan sampai lo kehilangan diri lo sebagai aktor utama di kehidupan lo. Jangan terlalu banyak menganalisis dan menunjuklah.
Panjang bener pikiran random gue.
After all, this is my journey. My exploration hasn’t done yet.
After all, this is how I live my life.
After all, this is the system I’ve built.
After all, I don’t care.
After all, I should keep my mouth shut.
After all, I let people adjust with me and I choose people who can enters the house.
After all, yeah, what a life!
I’ve watched a lot of movie in every rungs I’ve climbed.
I tried to surprise my self and jumped 8 rungs ahead. I slipped off and started from the beginning of that stairs because I didn’t focus on the movie I watched and I had nothing.
I knew the concept but never implemented it into my life. I was so stupid thought that it was enough. I was wrong.
Present day, I got a lot of presents, I climb the rungs step by step, I watch my step, I do focus and I feel it. I don’t care if I have to fall, I don’t care with people’s judgements cause I realize it’s part of the lesson, part of the rung. Much more lessons I got. Much more happiness. Less confusion. It’s just priority and goals.
I already got my stairs with a better step. They don’t need to know, they just don’t know and they will never know. Not just a movie, that is life.
gue nyampe di bandung setelah seminggu di luar kota, yang pertama kali ngeliat gue adalah si ganteng dan yang gue sapa adalah ganteng tapi emang rada aneh sih. Kita sempet kangen-kangenan sih. Gue masuk kamar, ambil kunci mobil trus ngebuka pintu tapi ko pintunya udah kebuka? waktu gue telusuri kenapa pintu yang kebuka cuman 1 doang? trus gue coba nyalain mesin tapi gamau nyala dan udah gue coba beberapa kali.
Oke, gue cabut kuncinya, gue masuk kamar, duduk manis dan nelpon Pak Sarno untuk menanyakan keadaan si ganteng yang tampaknya cukup kritis.
Akhirnya, gue mendapatkan jawaban bahwa akinya soak! Besok gue akan beli aki dan ganti akinya sendiri atau gue ke bengkel dan panggil montirnya ke kosan untuk gantiin aki. Demi ganteng sehat lagi apapun akan dilakukan!!
I dreamt I had to go to Mars. I’m always kidding on about going to Mars for the day, but faced with the reality of it, in a dream, I was terrified. And it wasn’t going to be like a moon trip - there was three of us going, but we couldn’t all go on the same ship; we had to go one at a time with a day between us. I had to go first, and it was the thought of passing through all that black space, all the darkness with nothing in it, and then being the first one to land there, all alone… I knew it was supposed to be all dark around, with just a red surface, but what if I got there and it was light, all civilized and populated and stuff? So I made a plan.
The other astronauts were going to be my dad and my sister, and my dad would come first after me, so I decided when I landed I would just stay in my seat until he got there, and then we could get out together and have a look around and see what sort of things were there.
And when I woke up and I was lying in the darkness, I thought I had landed. And I just lay still for a while, waiting for my dad to get there too.
- Belle&Sebastian, “A Space Boy Dream”